Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-sifatnya

•April 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah

Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya? Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami. Inilah keinginan yang banyak muncul. Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.

Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah wa rahmah, sarat dengan kebahagiaan, adanya saling ta‘awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti. Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar. Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih yang menjadi qurratu a‘yun (penyejuk mata) baginya. Lanjutkan membaca ‘Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-sifatnya’

Ketika Harry Potter “Menyihir” Aqidah Umat (Lagi)

•November 27, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Wira Mandiri Bachrun

Harry Potter kembali lagi! Bagian pertama dari seri terakhir film siswa sekolah sihir Hogwarts ini kini kembali menyihir penduduk bumi, tidak terkecuali kaum muslimin. Kita saksikan sendiri mereka berduyun-duyun mengantri di bioskop-bioskop, mendownload atau menikmati DVD bajakannya di rumah. Tapi di balik ini semua, tahukah Anda kalau sihir adalah kekafiran yang besar, yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam? Lanjutkan membaca ‘Ketika Harry Potter “Menyihir” Aqidah Umat (Lagi)’

Aku Sudah Berobat dan Berdoa Tapi Belum Sembuh Juga

•September 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam

Nasehat ini beliau sampaikan saat bertemu dengan orang-orang yang sakit dan meminta nasehat pada beliau.

Pertanyaan:

Wahai Asy-Syaikh saya diuji dengan suatu penyakit dan telah berusaha mencari kesembuhan tapi belum mendapatkannya. Apa nasehat Syaikh untuk saya? Lanjutkan membaca ‘Aku Sudah Berobat dan Berdoa Tapi Belum Sembuh Juga’

Salaf di Bulan Ramadhan

•September 1, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah

Ada seseorang yang bertanya kepada Asy-Syaikh Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah tentang bagaimana dengan keadaan para salaf dahulu ketika bulan Ramadhan.

Beliau menjawab:

Sebagai jawaban atas pertanyaan ini, maka aku katakan:

Sungguh, merupakan hal yang telah diketahui tentang bagaimana keadaan Rasulullah yang mulia ‘alaihish shalatu wassalam dahulu, bahwasanya beliau telah melakukan persiapan untuk memasuki bulan ini (Ramadhan), beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Lanjutkan membaca ‘Salaf di Bulan Ramadhan’

Raihlah Keutamaan di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan!

•September 1, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Buletin Islam Al-Ilmu

Keutamaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah suatu malam yang penuh dengan keutamaan dan barokah. Allah Subhanallahu wa Ta’ala Yang Maha Pemberi barakah telah menjelaskan hal itu dalam surat Al Qadr (artinya):

“Dan tahukah kamu apa malam lailatul qadar itu?. Yaitu suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turunlah para malaikat dan ruh (malaikat Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadr: 2-5) Lanjutkan membaca ‘Raihlah Keutamaan di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan!’

I’tikaf dan Adab-adabnya

•September 1, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Adab-adabnya, hal-hal yang dibolehkan ketika i’tikaf, serta pembatal-pembatalnya

Telah kami kami sebutkan pada pembahasan yang lalu tentang Sepuluh Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadar dan Mengenali dan Mengamalkan I’tikaf Sesuai Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Pada kesempatan kali ini, kami akan menyebutkan beberapa adab yang hendaknya diperhatikan dan diamalkan oleh para mu’takifin, agar itikaf yang mereka lakukan benar-benar mendapatkan nilai yang maksimal di sisi Allah subnahahu wata’ala. Seiring dengan itu kami juga akan menyebutkan hal-hal yang dibolehkan bagi mu’takif ketika i’tikaf. Lanjutkan membaca ‘I’tikaf dan Adab-adabnya’

Butuhnya Manusia Akan Ilmu

•Desember 17, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Penulis: Al-Ustadz ‘Abdul ‘Aziz

Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidup. Seandainya keimanan tidak dipupuk dengan ilmu, maka ibarat tanaman menjadi layu bahkan hancur.

Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan: “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan setiap saat.” (Thobaqot Al Hanabilah 1/147)

Bahkan seluruh makhluk Allah sangat butuh kepada ilmu. Karena tidak akan tegak urusan makhluk kecuali dengan ilmu. Langit-langit dan bumi bisa berdiri kokoh adalah dengan ilmu, begitu pula diturunkannya para rasul dan kitab-kitab-Nya juga dengan ilmu. Serta tidak akan diketahui perkara halal-haram kecuali dengan ilmu. Oleh karena itu, kewajiban seseorang dalam menuntut ilmu syar’i berlangsung hingga menjelang wafat. Lanjutkan membaca ‘Butuhnya Manusia Akan Ilmu’

Nahkoda dalam Bahteraku

•November 8, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Penulis: Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

“Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) di atas sebagian yang lain (kaum wanita) dan disebabkan kaum pria telah membelanjakan sebagian dari harta mereka…”. (An-Nisa: 34)

Demikian indahnya tuturan kalam Ilahi di atas menetapkan tatanan hidup yang pasti mengantarkan kepada kebahagiaan. Namun manusia yang durjana ingin merubah keindahan tatanan tersebut. Akibatnya musibah datang silih berganti dan malapetaka semakin meluas. Wanita yang seharusnya tunduk di bawah kepemimpinan pria menjadi sebaliknya, ia yang memimpin. Lanjutkan membaca ‘Nahkoda dalam Bahteraku’

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.