Cinta Tanah Air termasuk Bagian dari Iman?
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Di antara hadits yang masyhur di kalangan kaum muslimin adalah hadits:
حُبُّ اْلوَطَنِ مِنَ اْلإِيْمَانِ
“Cinta tanah air termasuk keimanan.”
Asy-Syaikh Al-Albani berkata (tentang hadits ini) di dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah (1/110):
Maudhu’ (hadits palsu). Sebagaimana yang dikatakan Ash-Shaghani (hal. 7) dan juga yang selain beliau.
Dan maknanya tidaklah benar karena cinta kepada tanah air itu seperti cinta kepada dirinya, cinta kepada harta dan yang sejenisnya. Semua ini adalah perkara yang telah tertanam dalam setiap individu. Tidaklah seseorang dipuji karena mencintai perkara ini, dan tidaklah pula menunjukkan konsekuensi keimanan. Tidakkah Anda lihat bahwa seluruh manusia berserikat di dalam kecintaan ini, tiada beda dalam hal ini antara orang mukminnya maupun orang kafirnya?
(Dicopy dari http://ulamasunnah.wordpress.com “Cinta Tanah Air termasuk ke dalam Iman?” dari Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, nomor hadits 32)




