Hukum “Oral Sex”

Oleh: Asy-Syaikh Al-‘Allämah Ahmad bin Yahyä An-Najmï rahimahulläh

Pertanyaan:

Apa hukum oral seks?

Jawab:

Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al-Allämah Ahmad bin Yahyä An-Najmï hafizhahulläh menjawab sebagai berikut,

Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya. Dan Syaikh Ibnu Bäz rahimahulläh telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut -sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”

Dan dalam kitab Masä’il Nisä’iyyah Mukhtärah min Al-‘Allämah Al-Albäny karya Ummu Ayyüb Nürah bintu Hasan Ghäwï hal. 197 (cet. Majälisul Hudä Al-Jazä’ir), Muhaddits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh Al-‘Allämah Muhammad Näshiruddïn Al-Albäny rahimahulläh ditanya sebagai berikut:

“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”

Beliau menjawab:

Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasül melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti tolehan srigala, dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa Nabi shallallähu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah diketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim -dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”

Dan salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh Al-‘Allämah ‘Ubaid bin ‘Abdilläh bin Sulaimän Al-Jäbiry hafizhahulläh dalam sebuah rekaman, beliau ditanya sebagai berikut,

“Apa hukum oral seks?”

Beliau menjawab:

“Ini adalah haram, karena ia termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallähu ‘alaihi wa sallam.”

(Dinukil dari Majalah An-Nashihah, vol. 10/1427H/2006M, judul: Hukum “Oral Sex”, hal. 3. Dicopy dari http://www.darussalaf.org/stories.php?id=276)

Baca juga:

Hukum Air Madzi
Najiskah Air Mani?
Sisa Mani Keluar dari Farji, Membatalkan Wudhu?
Hukum Cairan yang Keluar dari Farji (Kemaluan Wanita)
Dari Air yang Terpancar
Angin yang Keluar dari Kemaluan
Apakah Onani Membatalkan Puasa?
Hukum Beronani di Bulan Ramadhan
Mencumbui Istri di Siang Hari Bulan Ramadhan hingga Ejakulasi
Mencium dan Mencumbui Istri Ketika Berpuasa
Bahas Tuntas Hukum Onani!

About these ads

~ oleh Admin pada Oktober 31, 2008.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: